Sabtu, 29 Desember 2012

Kado terselip harapan

Ini yang terjadi hari ini.. sesuatu yang mungkin kalau dilihat orang "ah kayak anak kecil" atau.. "nggak penting berat!" atau.. "apaan sih.. norak banget" .
Ya memang sih.. permainan "tukar kado" bukan permainan hits seperti tukar undian dan lain sebagainya. hanya dengan tukar-tukaran nominal 20ribu apa serunya?!
ternyata seru banget!

Seberapa banyak sih 20rb?
apalagi kalau yang sudah bersuami, atau sudah punya anak.. itu bukan jumlah yang banyak.
Tapi ketika kita harus menjadikan 20rb itu sebuah barang yang akan diberikan kepada teman kita... baru kerasa sensasinya.
Gw sempet bingung setengah mati mau ngasih apa. sampai akhirnya pilihan gw ada pada tas dan kain bali.. dan gw pun mikirin juga.. "kira2 pada ngasih apa ya?".
reaksi yang terjadi macam2..
dan jujur gw kaget.. diumur 27 (dan bahkan ada peserta yang lain kisaran 30thn) kita bisa teriak2 kegirangan hanya karena uang 20rb.
dan ternyata 20rb yang mudah berlalu bisa menjadi barang yang menyenangkan.
Seperti gw yang beruntung sekali dapet hadiah celengan kecil berwarna pink berbentuk rumah2an.
Entahlah.. karena ini dalam rangka tutup tahun dan menyambut awal tahun.. gw jadi mikir, apa ini pertanda bahwa gw harus nabung?!
Nah.. disini gw mikir.. oh ternyata di kado itu terselip harapan ya.. dan banyak harapan yang tergambar dan bisa diberikan dari suatu pemberian sederhana.
selain kado, ada juga tawa, senyuman, dan rasa bahagia yang menjadi bumbu utama.
Apalagi setelah itu kita mengakhiri dengan saling menyebutkan resolusi di tahun 2013..

Entahlah akan seperti apa tahun 2013, namun ketika mengakhiri dengan kado sederhana yang punya makna luar biasa.. rasanya nggak salah kalau kita harus optimis 2013 akan lebih baik lagi kan?!


Selasa, 11 Desember 2012

27tahun ala Riri

di umur gw yang 27 tahun ini gw sering bangettt dibilangin "umur lo udah berapa?! masih aja kelakuan kayak bocah!"
nggak satu dua orang yang ngomong kayak gitu, buanyaakk... bahkan sangking banyaknya gw jadi sering "ngaca" dan "nanya" sama diri gw sendiri.. apakah iya gw segitu bocah dan segitu nggak dewasanya?

gw nulis ini bukan maksud hati menyangkal kritik dan teguran temen-temen yang banyak peduli sama gue...
yaa... mungkin iya kalau kelakuan gw nggak mirip umur 27 tahun.
Memangnya kayak gimana sih kelakuan umur 27 tahun?
teman seangkatan gue kebanyakan udah jadi istri bahkan ibu, atau mungkin lagi serius-seriusnya sama pacarnya, atau mungkin lagi sibuk dengan perjodohan... dan gw sadar betul, gw tidak ada dalam posisi itu.
terus?
apa gw menyesal?
nggak! gw justru ada dalam titik yang sangat bahagia saat ini.
gw lagi merasa sangat bebas, merasa nggak ada beban.
terus?
apakah ini akan menjadi ending seorang Riri?
wakaka siapakah ELO dan siapakah GUE buat nentuin ending nasib seseorang...
we're not GOD..

gw cuma sadar... gw terlampau bagus untuk didampingi sama orang yang nggak bagus, tapi gw juga terlampau bagus untuk dibiarin sendiri. Itu sebabnya gw Santaaaiii banget sekarang..
itu sebabnya gw suka nggak anggep masalah untuk menjadi diri gw sendiri..
harus terlihat bocah,
terkesan nggak dewasa,

ya luaran sih bebass mau kayak gimana kan.. ?

lagian.... dewasa letaknya di dalem.. bukan diluar :)


Sabtu, 01 Desember 2012

Me Time

Kita memang bukan hidup sendiri..
bahkan lebih tepatnya.. kita tidak bisa hidup sendiri. Kita akan selalu butuh orang lain dalam menjalani kehidupan ini.
Tetapi.. gw yakin banyak orang yang paham.. bahwa sesekali diri ini butuh untuk sendiri.
Bukan karena sedih..
bukan juga karena marah atau muak dengan orang lain..
apa ya.. ya.. hanya butuh "me time" .
ada kalanya gw merasa butuh ngobrol sama diri sendiri daripada ngobrol sama orang lain.
nanya sama diri sendiri "gw maunya apa" dan langsung jalanin semau gw..
jelas aja ini hanya bisa dilakukan saat "me time" .. karena saat sama orang lain gw nggak bisa hanya mikirin gw maunya apa.. pasti harus mikirin juga kamu maunya apa, mereka maunya apa, kita maunya apa.. dan nggak bisa jalanin semau-mau gw.
saat ini.. rasanya.. pasti sepi.. jelaslaah.. namanya juga sendirian.. tapi kadang-kadang sepi nggak selalu artinya jelek.
sepi nggak selalu kesepian..
itu yang gw rasain sekarang.. it is fun!

sesekali boleh ini terjadi lagi.. nyari yang sepi-sepi.. tapi ya jangan sampai keseringan.. nanti jadi kesepian beneran.. :p


Kamis, 15 November 2012

Egoku Tumpul

Ada saatnya diri ini merasa puas untuk egois. hanya berpusat pada "aku" tidak peduli dengan kamu atau mereka. #1 -- Ratna Riri K.S (@riri_jagoan)

Namun saat aku, kamu dan mereka berbicara tentang "kita" .. kepuasan ego yang dibanggakan berubah menjadi sebuah pisau tumpul. #2 -- Ratna Riri K.S (@riri_jagoan)

Pisau tumpul itu tidak bisa melukai apapun tidak menunjukkan kekuatan apapun. . tidak punya arti apa-apa. #3 -- Ratna Riri K.S (@riri_jagoan)

Lalu apa aku harus mengalah dengan kata "kita"? bagaimana dengan kamu atau mereka? apa bisa dengan lapang dada menyandang kata "kita"? #4 -- Ratna Riri K.S (@riri_jagoan)

Jangan sembarang bicara "kita" kalau aku masih yang pertama, kalau kamu bukan siapa2, kalau mereka tak pernah bilang "kita" #5 -- Ratna Riri K.S (@riri_jagoan)

Ya itu egoku.kenapa?marah? tapi jangan lupa tentang pisau tumpulku, yg selalu melemah dengan kata "kita".itu sebabnya aku masih disini.#end -- Ratna Riri K.S (@riri_jagoan)

apa sebenarnya makna kebersamaan? apakah memang sebegitu indahnya kebersamaan?
bagiku...... tidak. Tidak sebegitu indahnya.
ya itu menurutku.. tidak tau kalau kalian bagaimana..
aku bilang tidak begitu indah karena...
aku tidak bisa utuh melihat diriku sendiri.
aku tidak bisa bicara bebas berdasarkan aku... harus ada kamu.. harus ada mereka.. harus ada kita.
aku tidak bisa menolak begitu saja saat aku tidak suka... harus ada kamu.. harus ada mereka.. harus ada kita.      
aku harus tahan suaraku.
aku harus tahan hatiku.
aku harus tahan ambisiku.
aku tidak bisa hanya aku.
karena ada kamu, ada mereka, dan kita berbicara kita.     
mungkin itu.. yang membuat aku kesal dengan kamu atau mereka..
bahkan tak jarang aku mengumpat dengan bilang "kenapa harus ada kita?"

tetapi.... kalau hanya aku... kemana aku harus pulang saat lelah?
siapa yang menenangkan aku saat semua beban membuat gila?
siapa yang memujiku saat aku berhasil?
siapa yang menyuruhku berhenti saat kelakuan salahku semakin keterlaluan?

jawabannya adalah... kamu..dan mereka semua.

Aku terkadang membenci kita,
namun nyatanya... dunia ini lebih kejam dari kamu dan mereka. Dan untunglah aku tergabung dalam KITA..
hingga aku tetap baik-baik saja sampai saat ini.

Akhirnya aku tau.. kita memang tidak selalu indah.                         
namun ibarat rumah..
walau terkadang kamu bosan.. muak.. dan ingin pergi.. namun hatimu tidak pernah lupa dimana alamatnya.. dan kamu selalu tau kemana harus pulang.

Selasa, 06 November 2012

PERSIMPANGAN (cerpen)



Sebelumnya.. mobil ini melaju cepat.. nyaris seperti tidak ada rem. Sampai akhirnya sekarang, tidak bergerak. Aku terdiam, memandangi persimpangan jalan yang sedang terbentang dihadapanku.
            ”kenapa ?” Dio yang duduk disebelahku bertanya karena melihat aku tidak melanjutkan perjalananku.
Aku tidak menjawab dan justru mematikan mobilku.
            


            ”lah.. ? ini maksudnya apa? Kita udah sampe?” tanyanya kebingungan.
            ”belum.. toh kenyataannya memang kita pergi tanpa tujuan kan?” jawabku singkat.
Dio tidak menjawab, sepertinya dia malas berdebat denganku.
Ya.. aku salah memakai kata ”kita”. Sebenarnya bukan ”Kita”, tetapi hanya ”Aku”, karena memang aku yang pergi tanpa tujuan.. dan Dio hanya menemaniku.
            ”setidaknya, pinggirin mobilnya, kasian klo ada mobil lain yang mau lewat.. kehalang mobil lo?” ujarnya.
            ”gue bingung mau ke kiri atau ke kanan” jawabku tidak menghiraukan permintaanya.
 Dio melihat ke arah kiri dan kanan, karena memang tidak ada penunjuk jalan.
            ”ini kalau ke kiri nyambungnya kemana dan kalau kekanan nyambungnya kemana?” tanya Dio.
Aku menggelengkan kepala.
            ”loh.. gimana sih! Elo nggak tau daerah sini? Klo gitu kenapa lewat jalan sini? Kenapa nggak lewat jalan biasa aja..! kenapa lewatin jalanan yang elo nggak tau jalannya?”
            ”gue.. bosen lewat jalan biasa.” jawabku singkat.
Dio semakin kesal mendengar perkataanku, dia langsung menidurkan kursinya dan berencana untuk  tidak memperdulikan situasi ini.
            ”ke kiri itu nanti nembus-nembusnya taman. Ke kanan itu nembus-nembusnya kota.”
Mendengar itu Dio langsung menaikkan kursinya seperti semula.
            ”lah.. itu elo tau..”
            ”ngira-ngira.. ngandelin logika aja.”
Dio tidak merespon, dia hanya memperhatikan kiri dan kanan, mencoba mencari ”logika” yang aku maksud.
            ”gw jg nggak tau kok logika gw bener apa nggak.. bisa jadi salah.”
            ”mungkin sebenernya awalnya elo tentuin aja dulu, mau ke taman atau ke kota? Nggak usah mikirin bener salah dulu deh. Tentuin dulu tujuannya, baru kita cari jalannya.” terang Dio.
            ”tujuan gw adalah ke jalan yang lurus-lurus aja.. yang tidak punya persimpangan.. yang nggak ngebikin gw harus memilih kiri, kanan, atau lurus..”
            “kenapa? Soalnya elo takut salah pilih? Takut salah jalan?” tanya Dio.
Aku tidak menjawab. Haha.. lucu juga.. aku masih menjaga harga diriku didepan Dio dengan tidak mengakui tuduhannya.. padahal orang hilang arah seperti aku punya apa yang bisa disombongkan?!
            ”Jalan yang lurus-lurus aja itu ada.. tapi nggak semua jalan bisa lurus-lurus aja.. dan elo nggak bisa minta jalan lo lurus-lurus aja. Didalam perjalanan.. sangat mungkin elo ketemu persimpangan, yang mengharuskan elo buat memilih. Dan sangat mungkin juga elo salah jalan yang kadang ngebikin elo harus putar balik dan berdiri lagi di titik awal. Tetapi.. yaitulah perjalanan.. begitulah suka duka usaha mencapai tujuan.”
            ”kenapa harus begitu?” tanyaku geram.
Ya aku tau semua perkataan Dio itu benar.. tapi aku tidak suka.. aku tidak suka persimpangan.. tidak suka memilih.. tidak suka salah jalan.. tidak suka putar balik.. tidak suka titik awal. Bahkan aku sadar benar, mungkin karena semua tidak suka itu.. aku jadi tidak suka punya tujuan.. aku jadi takut punya tujuan.
Dio diam sejenak sambil mengamati wajahku yang menegang dan agak memerah, kemudian.. dengan tidak terpancing panas.. dia menjawab tenang,
            ”karena..... agar kita menghargai tujuan kita.... ”
            ”Bagaimana kalau gw sudah bersusah payah berjuang kesana dan ternyata tempatnya jelek bukan seperti yang gw mau.. apa gw akan balik pulang? Balik ke titik awal lagi?”
            ”ya itu tergantung masing-masing orang. Bisa jadi elo akan tetap disana dan membuat tempat tujuan itu menjadi indah seperti yang elo mau, bisa jadi elo juga elo pergi cari tujuan lain, bisa jadi juga elo balik pulang kerumah.. lagian.. apa sih jeleknya balik ke titik awal? Ya memang terlihat jelek sih, kesannya nggak maju-maju.. tapi apa itu salah? Kembali ke mula itu bukan berarti kalah. Kalau elo gagal terus matiin mobil, ninggalin mobil dan pergi tanpa arah tujuan.. itu baru elo kalah.”

Perkataan Dio sempat membuat aku tersinggung sedikit.. haha aku sudah mematikan mobil.. dan aku sempat berfikir meninggalkan mobil ini dan pergi tanpa arah tujuan seperti yang dia bilang.. aku hampir kalah.
            ”Persimpangan ini memang menyebalkan, ya dimana-mana yang namanya membuat keputusan itu memang menyebalkan. Kalau nggak mau ketemu yang menyebalkan.. dirumah aja.. nggak usah kemana-mana..”

Kalimat itu membuat aku tersentak.. aku terdiam hampir sepuluh menit karena perkataan Dio yang terakhir. Bukan karena ucapannya benar, ucapan dia memang selalu benar.. tetapi karena… aku tidak mau tidak kemana-mana.. itu lebih menyebalkan daripada persimpangan. Aku masih ragu, tapi akhirnya tanganku kembali menyalakan mobilku.
           
            “kita nggak akan balik kerumah kan? Udah jalan jauh begini masa’ balik lagi kerumah.”tanya Dio sambil memasang seat belt dan bersiap kembali pergi.
            ”nggak” jawabku.
            ”oh... terus.. udah tau kiri atau kanan?”
            ”Bismillah.. gw mau ke kota. Itu tujuan utama gw.”
            ”jadi nggak ke taman?”
            ”mungkin sesekali kalau mau refreshing.. gw akan main ke taman.. tapi yang pasti.. gw harus ke kota dulu.”
            ”kalau ketemu persimpangan lagi?”
            ”mungkin gw akan kembali berfikir.. akan kembali bingung.. tapi seperti kata lo.. itu adalah proses agar kelak saat gw tiba kearah tujuan gw, gw akan menghargainya. Lagian.. persimpangan ini membuat perjalanan menarik.”jawabku.

Dio tersenyum mendengar perkataanku, saat aku siap memutar setir ke kanan, aku bertanya kepada Dio.
            ”elo akan selalu nemenin gue kan? Sampai gw sampai di tempat tujuan”
            ”pasti. Gw selalu disamping lo asalkan ketika elo frustasi lagi, elo nggak buang gw ke jalan. Gw akan selalu disamping lo, bahkan ketika misalnya elo gagal dan harus balik ke titik awal.. elo tenang aja sama kesetiaan gw.. mendingan elo aja yang jaga kesetiaan elo ke gue.”
            ”kenapa elo baik banget sih ?”
...Dio tersenyum dan memandang dengan lembut.
            ”karena elo milik gw.”
Aku tersenyum mendengar kata itu dan kembali melaju.. siap untuk kembali bertemu persimpangan lainnya, yang mungkin semakin membingungkan. Setidaknya aku punya Dio.

Minggu, 07 Oktober 2012

PASTA


Sepiring pasta aku lahap dengan rakus. Sepiring pasta yang enak sekali, punya kualitas seperti di restorant mahal.. namun.. bukan karena itu aku memakannya dengan penuh napsu.. bukan karena rasa enaknya.

Orang-orang yang melihat mungkin akan berfikir “wah.. segitu enaknya ya pastanya?”
Biarlah.. 
aku memang ingin orang berfikir seperti itu.. orang berfikir tentang pastanya.. bukan tentang aku.
Karena.. lezatnya pasta itu bukan alasanku makan seperti ini.
Aku tau ini lezat.. aku tau ini enak.. namun hatiku tidak mengerti tentang rasa itu.

Lebih tepatnya hatiku sedang tidak merasakan apa-apa.. oke.. ralat.. bukan tidak merasakan apa-apa, tetapi tidak merasakan rasa “enak” sama sekali. 
Pasta ini hanya aku jadikan topeng untuk menghindari orang mengetahui tidak enaknya hatiku saat ini. 

“Reika.. itu udah piring ketiga..” ujar temanku yang ada disampingku saat itu.

Aku diam saja.. takutnya kalau bicara, topeng ini akan terbuka.

Sudah satu jam.. aku tidak beranjak dari pondokan pasta ini.. pondokan yang menyelamatkanku.. pasta enak yang menyelamatkanku.
Hahaha… aku bersyukur.. untung pasta ini enak.. jadi orang tidak akan memandang aneh tentang aku yang masih setia berdiri disini. 
Seandainya pasta ini tidak enak, entah apa jadinya.. 
Berdiri di pondokan somay, aku tidak segitunya dengan somay.
Berdiri di pondokan kambing guling, aku tidak bisa makan kambing kebanyakan karena ada darah tinggi.
Berdiri di pondokan bakso, ah.. aku bosan makan bakso.
Sedangkan pasta.. semua tau aku suka pasta. 
Semua tau seorang aku adalah penggila pasta. 
Maka biarlah seperti ini.. 
Biarlah orang melihat aku seperti ini seperti maniak pasta yang sudah makan berpiring-piring pasta karena pastanya enak.

Aku pandangi pondokan yang cukup sepi ini.. tidak seramai pondokan dimsum disebelahnya yang membuat orang mengantri. Aku lihat baik-baik dewa penyelamatku saat ini.. teman setiaku saat ini. 
Sampai akhirnya… habis.. 
Lalu aku taruh piringku. Dan berjalan pulang.

Aku berjalan tenang dan cenderung agak lambat, ya mungkin karena perut ini agak kekenyangan. Mobilku datang.. dan aku naik. 

“mbak kemana sekarang?” tanya supirku.

Aku tidak tahan lagi… aku menangis.. kencang sekali.. sampai tidak mampu menjawab pertanyaan supirku.
Akhirnya mobil tetap melaju karena mobil dibelakang sudah banyak yang mengantri.. mobil ini tetap melaju tanpa tau arah tujuannya. Sesekali supirku melirik lewat kaca spion.. namun aku tetap tidak menunjukkan seperti orang yang bisa diajak bicara. 
Akhirnya.. tanpa ada pilihan lain.. mobil itu tiba dirumahku.

Beberapa orang menghampiriku.. membuka pintu dan mengambil barang-barang yang ada di mobil.. aku turun dengan lantah gontai.. tentu saja sisa air mata ini membuat semua segan untuk menyapaku.. 
Lalu sampailah aku kekamarku.. dan kulemparkan badanku ke kasur.. aku meraih handphone yang sedari tadi bergetar di tas pestaku. Suara yang terlihat sangat khawatir terdengar,

“kok baru angkat telephone.. gimana pernikahan mantanmu itu?”

aku tersenyum dan menjawab.. 

“pastanya enak.. gw makan banyak tadi..”.

Minggu, 02 September 2012

Membenahi Diri

ketika hari-hari yang dilalui semua menjadi salah dan diakhiri dengan air mata tanpa tau alasannya apa.. aku tau ada yang salah dengan aku.

aku menyalahkan semuanya, dan yang terparah.. aku menyalahkan diriku sendiri.

apa sebenarnya yang terjadi dengan seorang aku? aku ini kenapa?
aku tidak kenapa-kenapa..setidaknya lebih tidak kenapa-kenapa dari orang yang hidupnya lebih pelik diluar sana.

 apa karena umur yang bertambah ini? mungkin....
 apa karena kesendirian ini? mungkin...
 apa karena ketidaksempurnaan ini? mungkin...
 apa karena kegagalan selama ini? mungkin... 

.................. aku tidak tau jatuhnya mental ini kenapa.. aku tidak tau maksud dari ini semua apa....

 aku tidak tau aku kenapa. saya benci semua ini.
27 suck!

Selasa, 05 Juni 2012

5 Juni 2012




Terkadang orang nggak ngerti dibaikin.. 
Terkadang orang nggak mudah dijelasin.. 
akhirnya sikap "diam" atau "keras" terpaksa menjadi pilihan agar orang yang sebenarnya kita sayang dapat mengerti. 
Beberapa mungkin beranggapan bahwa ini bukan tindakan bijaksana, 
Beberapa mungkin beranggapan bahwa ini bukan pilihan yang baik, 
mungkin memang iya.. 

anggap saja ini kondisi istimewa..sehingga ini menjadi satu-satunya cara.


-R.J-

Senin, 21 Mei 2012

"what's wrong with me?!"

Hampir satu bulanan ini gw merasa ada yang aneh sama diri gue..
entah apa faktor utamanya, tapi yang jelas gue cukup sadar kalau sedang tidak berada dalam kondisi emosi yang stabil.
Pernah nggak sih kalian ada di posisi ini?
dimana semua kayaknya "tidak bersahabat" dengan lo.. bukan hanya orang.. tapi juga pekerjaan, peruntungan, dan semua situasi kondisi.

ini membuat apa yang dikerjain berantakan, sering salah, dan stress banget sampai rasanya nggak bisa mikir.

Yang gw tau gw beberapa kali dalam hidup ada dalam masa ini..
tapi "situasi" ini seperti hantu..
dia bisa datang tanpa sebab, dan juga pergi tanpa memberi jawaban "lah terus tadi kenapa dateng..?!?"
jadi.. gw nggak pernah tau obatnya apa saat gw eror seperti ini.

setiap minggu, keadaan nggak pernah membaik.. sekarang dimarahin bos, tiga hari kemudian kena sewot sama anak buah, lusanya data-data berantakan, seminggu kemudian harusnya udah ngulik lima lagu ini setengah lagu kok nggak bisa-bisa, minggu depannya kedatangan tamu lamaaaa yang nggak gue suka dan padahal udah lama banget nggak dateng.. namanya ASMA..(asli gue benci bangeeetttt sama itu tamu) .. kayaknya keadaan semua jadi susah..semua jadi "musuh" yang bikin gw jadi sewot terus dan berasa darah tinggi gw naek (padahal pas gw cek.. tensi gw normal-_-)

waktu si "Asma" dateng.. dokter cuma bilang.. "ini kambuh lagi karena capek"..
gw mikir lagi.. capek apa?!??
gw memang tiap hari bolak balik cinere bekasi (rumah gw cinere, kantor gw bekasi).. tapi itu  udah berjalan lima tahun dan rasanya biasa-biasa aja..
di kantor juga gw bukan tim ekspedisi atau gudang yang harus angkut-angkut barang.. gw duduk tenang di ruangan gw..
gue juga udah bukan kayak dulu yang punya banyak kegiatan sambilan, gw justru lagi agak "longgar" kesibukannya.. jadi sering nonton dvd aja..
nah.. capek darimana?!??
akhirnya gw beranggapan kalau dokter itu salah diagnosa..

sampai akhirnya puncaknya adalah... hari minggu tanggal 20 mei 2012 kemarin..
gw kembali melakukan kesalahan.. (gue males ceritain kesalahannya apa)
kembali hilang fokus..
kembali blank tiba-tiba..
kembali peruntungan, situasi kondisi "tidak bersahabat"
dan gue mengacaukan semua..
DAMN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!  gw nggak bisa ngapa-ngapain kecuali nangis.
ngomong maaf juga nggak keluar..
walhasil malam itu gw makin nggak karuan.. sibuk "tolol-tolol-in diri sendiri"..
sampai paginya.. ketika gw membuka mata.. pertanyaan yang muncul pertama di benak gw adalah..
"what's wrong with me?!"
ini mungkin pertanyaan yang seharusnya sudah muncul sebelum-sebelumnya..
tapi hari itu.. gw seakan mendesak diri gue sendiri untuk mencari tau jawabannya apa.
Gw tau kondisi gw salah, dan ini buat gue jadi sering ngelakuin kesalahan, dan kesalahan gw mungkin merugikan orang lain... ini urgent untuk dibenahi.. gw harus segera tau apa yang salah dalam diri gue..


ternyata.. bukannya tau jawabannya, gw justru makin frustasi.. karena justru menemukan banyak banget hal "Salah" dalam diri gue tanpa gue tau "lalu mau gimana?!"

sampai akhirnya.. gw iseng liat twitter.. dan gw terpaku pada tulisan bahwa 20 mei 2012 adalah hari kebangkitan nasional..
jantung gw "DEG!" tiba-tiba..
whattt???!!
kok bisa gw nggak sadar?
padahal kemarin gw ada di acara yang mengambil tema kebangkitan nasional..
gw menyanyikan lagu tentang perjuangan yang berkaitan dengan kebangkitan nasional..
coba baca reff- di lagu ini :

"berdirilah tegap, dibarisan terdepan.. matahari disana menyambut tanganmu.. "


itu lagu karya gw sendiri.. (salah satu lagu yang gw ngerasa bangga nyiptainnya)..
tapi bahkan gw nggak bisa memaknai dengan benar hari itu..
 gw tidak bisa berdiri tegap.. gw tidak mau menjadi yang terdepan.. gw malas dengan lambaian matahari yang seakan mengajak bergegas untuk bangkit.

akhirnya gw tau gw kenapa..
nothing wrong with me.. salah gue justru karena terlampau sibuk bertanya "what's wrong with me?!"
sibuk merasa diri ada dalam posisi terpuruk..
sibuk kecewa dan menyalahkan orang lain dan juga diri sendiri..
..
gw lupa.. kalau selain salah.. ada juga yang benar
selain jatuh.. ada juga bangun..
gw lupa kalau semua memungkinkan untuk diperbaiki..
gw lupa kalau yang bisa menentukan akhir dari segalanya adalah Allah..
gw lupa kalau tidak terlambat untuk berusaha..
 ..
ini bukan drama picisan yang bisa membuat orang "sakit" langsung "sembuh" seketika..
hidup ini bukan dongeng..
dimana waktu punya peran penting dalam berbicara..
sama halnya dengan gw.. mungkin nggak dalam waktu sekejap gw langsung bersemangat dan melakukan banyak hal hebat.. tapi setidaknya.. gw sudah memulai untuk mau membenahi diri gue dan bersyukur terhadap banyak hal baik yang gw lupa untuk syukuri. saya mau untuk bangkit kembali...
Maka.. negaraku tercinta.. izinkan salah satu anak bangsamu mengucapkan.. 
...... selamat hari kebangkitan nasional wahai Indonesiaku.. 


Rabu, 25 April 2012

Tamu (Cerpen)


Di sebuah siang yang terik aku melangkah tanpa punya arah tujuan. Lagi-lagi ini terjadi.. Setiap orang yang berpapasan denganku memanggil namaku beberapa kali karena aku lama tersadar..
Pertanyaan pertama yang terucap.. “mau kemana?”
Jawaban yang selalu sama aku jawab.. “tidak mau kemana-mana”
Lalu mereka kembali bertanya.. “kalau tidak mau kemana-mana, kenapa kau berjalan?”
Aku hanya tersenyum, ya.. aku tidak tau apa jawabannya.. biarkan senyuman ini menjadi ribuan perkiraan di benak mereka semua.

”kamu kenapa?”
Aku jawab.. ”aku tidak kenapa-kenapa”
Orang bodoh juga mungkin tahu aku bohong..
Atau mungkin tandanya aku yang bodoh.. karena memang rasanya aku tidak kenapa-kenapa.. atau bahasa tepatnya.. aku tidak tau aku kenapa.

Ini bukan pertama kalinya aku diberondong pertanyaan mudah namun sulit untuk dijawab, seakan aku buta dengan diriku sendiri. Sangat melelahkan..
Tidak jarang aku memilih jalan yang sepi demi tidak bertemu siapapun.. untuk tidak perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Namun kali ini.. aku terlampau lelah..
Terlampau lelah untuk memilih jalan, untuk menghindar, untuk berfikir apapun..
Maka kembali ini terjadi..
Terlampau memuakkan sampai aku harus memasang wajah ingin membunuh agar semua bisa menjauh.
Silahkan benci aku.. asalkan jangan tanya apapun.. asalkan tinggalkan aku sendiri..

Semua berjalan lancar.. semua menjauh.. aku sampai dirumah tanpa ada satu orangpun dijalan tadi yang berani bertanya.
Ini surga kecilku, sebuah ruangan kosong tanpa apapun..
Hanya berisi benda-benda imaji yang bisa aku ciptakan dan aku hapus semauku.
Kenyamanan dan keindahan fiktif hasil karyaku.
Tadinya tidak begini.. tadinya rumahku penuh dengan kenyataan.. kenyataan yang bisa membuat aku tersenyum, tertawa dan bisa membuat rindu setengah mati saat aku diluar sana.
Tapi.. ketika perlahan-lahan itu hilang (entah siapa yang mengambil).. aku mulai kesal dengan kenyataan.. kenyataan yang tidak bisa abadi.
Maka, aku buang semuanya.. aku memulai sesuatu yang baru dua bulan belakangan ini.. di ruang kosong yang penuh dengan keindahan ini.

Sama dengan hari ini.. aku mulai ingin berkreasi.. menciptkan keindahan bayangan.. tetapi... tunggu.. itu siapa..
Ada seseorang dirumahku.. dia sedang tersenyum dan duduk santai di sebuah sofa. Tunggu dulu... SOFA??!!!
Sejak kapan aku punya sofa itu?!!
Apa aku salah rumah??

”nggak salah rumah.. ini rumah kamu kok” jawabnya seakan bisa menerka pikiranku.
”kamu siapa? Itu sofa siapa?” tanyaku.
”kamu nggak kenal aku? Kita kan sudah berteman lama..”
Aku terdiam.. aku amati sekali lagi wajahnya..
Iya.. benar.. dia temanku.. aku ingat dia.. kenapa dia bisa tiba-tiba disini?
”aku tadi telephone kamu, tapi handphonemu mati.. jadi aku langsung main aja kerumahmu.. apa kabar?” jawabnya lagi seakan bisa membaca pikiranku.
”kenapa kamu selalu menjawab hal-hal yang belum aku tanyakan..” tanyaku.
”kamu lupa?!! Itu kan kemampuanku sejak dulu.. aku bisa membaca pikiranmu.. dari sekian banyak teman-temanmu.. hanya aku yang punya kemampuan itu. Kenapa kamu bisa lupa?”jawabnya yakin.
Sekali lagi aku terdiam, aku paksa otakku berfikir, mengingat-ngingat semua kenangan tentang dia. . iya.. dia benar.. dia satu-satunya yang bisa membaca pikiranku.
”lalu.. sofa itu..?” tanyaku lagi.
“hah!!! Kamu lupa juga!! Ini sofa kamu!! setiap kerumahmu aku selalu duduk disini kan?! Ini bagian favoritku.. karena ini nyaman..”
Astaga.. benar.. itu sofa aku.. bukankah sudah aku buang? Aku memang tidak ingat benda apa saja yang aku buang, tapi seingatku rumahku itu kosong.. dan tidak ada apa-apa selain sofa itu.
”wah kalau itu.. aku tidak bisa jawab.. karena begitu sampai kerumahmu, aku langsung menemukan sofa ini kok..” jawabnya lagi.

Kepalaku langsung pusing, sudah lama benar aku tidak dibuat bingung seperti ini.

”duduk dong.. ngobrol yuk.. kangen.. “ ujarnya sambil menggeser tempat duduknya agar aku bisa duduk disampingnya.
Akhirnya aku menurut, aku duduk dan kita berbincang panjang lebar. Dia bercerita banyak hal, dia juga bertanya banyak hal.. namun bukan pertanyaan yang membuat aku muak...

”aku pulang ya.. sampai ketemu lagi.. ”

Dalam hitungan detik.. dia pergi dan berlalu setelah sebuah senyuman manis diberikan padaku.
Astaga.. aku lupa! Aku lupa nama dia siapa?!?
Dimana aku harus mencari tau namanya..
Kenapa tidak ada apapun dirumah ini yang bisa membantuku.. ?
Handphoneku? Album photo? Laptop? Lukisan?
Atau apapun…
Kenapa rumah ini kosong!!
Aku harus tau dia siapa!
Dengan terburu-buru aku bergegas keluar, mungkin diluar sana banyak yang bisa membantu, atau bahkan mungkin aku bisa mengejarnya..
Tetapi..
Kenapa ini..
Kenapa diluar sini begitu sepi...
Aku butuh siapapun.. tolong.. siapapun..
Sekarang aku tau aku mau kemana..
Sekarang aku tau aku kenapa..
Aku bisa menjawab pertanyaan kalian semua..
Kenapa justru saat ini kalian semua pergi..... ?
Setetes..
Dua tetes..
Puluhan tetes..
Ratusan tetes..
Ribuan tetes..
Tumpah meruah...
Datanglah lagi kerumahku.. jangan pergi lagi.. aku kangen kamu… cinta.

Jumat, 20 April 2012

SATU (Puisi)


Tentang satu angka satu
Yang tercipta hanya dengan sebuah goresan.. terkesan sederhana.
Berdiri paling pertama.. menjadi sebuah pembuka.
Banyak yang bilang lemah.. karena artinya tidak banyak
Banyak yang bilang sepi.. karena artinya sendiri..
Seperti aku.. aku.. satu..hanya satu..
Mereka berkata, ”kamu punya banyak.. beratus-ratus.. beribu-ribu.. berjuta-juta.. bagaimana bisa kamu bilang hanya satu?!”
Ada juga yang berkata.. ”kenapa bangga punya satu jika kamu tidak satu?
Ini jawabanku :
Darahku sudah terikat..
Jiwaku sudah tertambat..
Hatiku sudah terpatri..
Sangsaka itu yang menggenggamku, yang kita beri hormat di warna yang sama.
Tanah ini yang menggenggamku, yang kita singgahi bersama-sama
Tutur kata ini yang menggenggamku, yang membuat aku dan kamu bisa saling mengerti.
Membuat aku tetap merasa satu walau ada dalam berjuta.
Aku melihat kamu,
Aku melihat mereka,
Dan aku melihat satu diantara kita semua..
Apapun.. siapapun.. bagaimanapun..
Sumpah itu sudah terucap dengan gagah waktu dulu..
Pantaskah untuk semua terhapus dengan lupa atau ego yang ingin kuat sendiri?
Menjadi satu diantara beda.. membuat kita  menjadi istimewa..
Menjadi satu diantara banyak.. membuat kita menjadi kuat..
Apapun.. siapapun.. bagaimanapun..
Jangan pungkiri.. bahwa kita satu.
Karena satu tidak berarti lemah,
Satu tidak berarti sendiri,
Satu tidak berarti hanya aku seorang diri..
ini bukan tentang satu angka satu,
Namun tentang ratusan juta orang yang berjiwa satu,
Tentang aku dan saudara sebangsa setanah airku.. INDONESIA.

Selasa, 17 April 2012

CINTA ITU BANGSAT (puisi)


Karena kata bernama cinta
Ada yang mati dengan raga tanpa luka
Menangis sampai kering
Marah sampai pita suara tak lagi berguna

Siapa yang sadar?
Kamu tidak sadar.. buktinya kamu masih tertawa
kamu masih menari dan bernyanyi seakan suaramu indah
kamu tidak sadar.. karena kamu didalamnya
karena kamu jatuh cinta

siapa yang sadar?
Aku yang sadar.. aku yang sekarat
Aku yang muak..
Aku yang mengamuk..
Aku yang sadar,, karena aku ada diluar,,
Aku jauh dari cinta

Cinta itu bangsat..
Tidak mau tau.. ! perkataanku benar.. ! cinta itu bangsat !
Kenapa..
Mau tau..
Kamu harus tau..
Karena cinta kamu tertawa aku menangis
Karena cinta kamu menyanyi dan aku mati

Cinta itu bangsat.. karena saat kamu cinta dia..
Kamu tak lihat aku.. kamu hanya lihat dia..
Cinta itu bangsat.. karena saat kamu cinta dia..
Kamu hanya ingat dia.. kamu lupa sama aku..
Cinta itu bangsat.. karena saat kamu cinta dia..
Kamu hanya cinta dia.. kamu tidak cinta yang lainnya..
Cinta itu bangsat..
karena kamu cinta dia, kamu tidak cinta aku.. yang cinta sama kamu.




Jakarta, 18 April 2012
R.K.S

Rabu, 04 Januari 2012

Terlampau Aneh Untuk Suatu Kebetulan


Kembali ke hari itu, di acara sebuah pentas seni, dimana dari kejauhan aku bisa melihatmu. Jauh sekali.. sangat jauh.. jarak kita cukup jauh… terhalang oleh ribuan penonton yang sedang melihatmu berlaga diatas panggung. Perasaan yang tidak pernah aku temukan lagi kesamaannya sekian tahun berikutnya. Sebuah perasaan yang meledak-ledak yang ingin dalam waktu segera mengetahui semua tentangmu.
Berikutnya yang terjadi adalah seperti rangkaian keajaiban..
Semesta seakan ikut berkompromi dengan daya tarik menariknya hingga kita selalu dipertemukan. Jarak yang awalnya jauhpun menjadi terkikis.. membuat kita semakin dekat.. seperti aku dan kamu yang terjebak dalam satu ruangan seperti sekarang ini.
”gila! Sinyal juga kok bisa abis kayak gini sih!” ujarmu sambil memencet tombol-tombol di handphone-mu dengan kasar.
”sama.. punya saya juga hand phone-nya nggak bisa dipakai telephone keluar!”jawabku.
Kamu tak membalas perkataanku justru sibuk mondar-mandir di ruangan sempit ini sambil sesekali menggedor-gedor pintu, mungkin ingin menganggap aku tidak ada.
”mau ini? Biar sedikit tenang?” aku menawarkan permen mint yang selalu menjadi persediaanku didalam tas.
Kamu terlihat ragu, sedikit melihat mataku dan akhirnya mengambil satu bundar permen dari tanganku.
”mau apa kamu?” ujarnya tiba-tiba setelah kita berdua terdiam dalam keheningan beberapa menit.
”maksudnya?”
”sinyal nggak ada, gedung ini juga sudah tutup, kita akan ada disini.. di toilet ini sampai pagi, so perfect! Hebat kamu!” katanya sambil matanya tetap bertahan tidak mau melihatku.
”maksudnya?” tanyaku lagi.
”ini kan yang kamu mau!!” bentakmu sambil membanting handphonemu ke tembok dengan keras sehingga hancur berantakan.
Melihat itu aku langsung panik, dengan reflek aku pungut puing-puing handphone yang terbagi sekitar 3 sampai empat bagian.
PRAKK!!
”aduuuhhhhh” teriakku kesakitan ketika tanganku terkena tendangan kakimu.
Kamu tidak berhenti, dengan kesal dan membabi buta kamu menendang dan menginjak-nginjak handphonemu sehingga semakin hancur.
”kenapa diambil!! Biar ancur.. biar…!! biar kamu puas..!! biar kita cuma berdua aja sampai pagi.. biar nggak ada yang nemuin kita.. biar kamu puas!!!”gumammu.
Aku masih merintih, tendanganmu sangat keras ke tanganku.
Dan akhirnya aku melihat kamu seperti lelah, terduduk lemas di lantai toilet. Kamu tidak mempedulikan rintihanku dan aku yang mulai menangis.
”nggak usah nangis!!! Jijik gue dengernya!!” bentakmu sambil melemparkan blazer putih milikmu ke mukaku. Tidak membuat aku lebih baik.. justru semakin menangis.

”Do what you want! Udah ada aku disini.. terserah kamu mau apa..” katamu, kali ini dengan nada agak lebih turun dari sebelumnya.
Aku terdiam.. aku melihatmu.. dan kamu tetap tidak melihat aku.. sedikitpun. Kucoba mengatur nafasku yang tidak beraturan, tanganku juga dengan sigap menghapus air mata yang tidak berhenti mengalir.
”aku nggak ngerti maksud kamu dari tadi itu apa?”kataku dengan nada yang masih terputus-putus.
”elo itu cewek freak.. elo kan yang ngebikin situasi kita kejebak seperti ini? HEBAT!!! Apa sih yang kamu mau dari aku? Apa? Mau tidur sama gue? Mau ngerasain tidur sama artis? Apa mau duit? Ngira gue orang kaya banget gitu ya? Atau mau apa.. you’ve got a chance now.. ada gue di depan lo saat ini dan kita hanya berdua.. ayo.. bilang aja.. ” katamu dengan nada sinis.
”maksud kamu.. aku yang ngebikin kita berdua kejebak di toilet ini?” tanyaku.
”gue nggak suka basa-basi. Bilang aja…”
Dan untuk pertama kalinya dia akhirnya menatapku, melihat dengan tatapan tajam dan penuh kesinisan ke dalam mataku, aku masih terdiam.. membalas tatapan matanya.. tanpa kata.
“elo nggak jelek.. ya.. manis sebenarnya.. gw nggak nyangka elo kayak gini.. segila ini.. waktu dulu.. gue lupa kapan.. gue sempet seneng ada yang ngefans sama gue mukanya manis kayak elo.. elo juga pendiem.. nggak histeris seperti yang lain. Gue tau elo selalu dateng di setiap panggung gw.. elo yang paling keliatan. Elo keliatan mencolok dengan diam loe.. berada paling depan posisi tengah di tengah orang-orang yang bersorak sorai.. dan elo hanya diam, hanya melihat gue aja. Awalnya menarik.. gue juga sering meratiin elo.. tapi.. ketika gue selalu menemukan elo di banyak tempat, gue mulai ngeri. Terlampau aneh untuk sebuah kebetulan pertemuan-pertemuan kita. Out of nowhere kamu jadi pelayan di restaurant tempat aku menyendiri.. tiba-tiba muncul kerumahku sebagai seorang designer interior rumahku, kita bahkan bisa ketemu di danau belakang villaku yang nggak ada seorang pun tau kalau aku sering kesana, lalu di event tertutup seperti hari ini aku juga bisa ketemu kamu.. dan sekarang.. aku diruangan ini sama kamu. Kamu terlampau gila.. untuk membuat situasi seperti ini. FREAK!!!!” teriakmu kesal.
Lagi-lagi aku terdiam.. aku fokus kepada matanya. Yah.. ada sisi aku menikmatinya.. setidaknya akhirnya kamumenatap mataku, walaupun penuh dengan kebencian. Aku tau kamu menunggu aku berkomentar.
Tidak.. aku hanya akan memilih diam..
Aku akan tetap diam walaupun kamu memasang wajah ingin membunuh sekalipun.. aku akan diam..
Setelah sekian lama keheningan itu pecah dengan suara riuh diluar, pintu pun terbuka.. keberadaan kami akhirnya ditemukan. Seorang Wanita yang aku tau adalah kakak sekaligus managermu langsung menghampirimu.. security, dokter, dan semua orang terpusat padamu. Aku berdiri.. merapihkan pakaianku.. beranjak pergi meninggalkan toilet pengap ini, aku melewatimu.. dia masih menatapku dengan sinis, akupun berlalu.. meninggalkan kamu dan semuanya

                                                          **********************

Valy menyeruput pelan coklat panas buatan Lany,kakak sekaligus managernya itu. Menikmati kebebasannya dari Toilet pengap yang sudah menyekapnya sekitar dua jam-an bersama wanita yang membuat hatinya sangat emosi.
”lalu.. apa yang terjadi di toilet bersama seorang wanita sekitar dua jam?” Tanya Lany kepada adiknya.
”dia cewek gila! Aku maki-maki dia sepuas hatiku, untung aja dia cewek.. kalau nggak .. dia mungkin sudah habis aku pukuli.”jawab Valy.
”gila kenapa Val?”
”ya gila lah.. bisa bikin gue kesekap berdua sama dia.. freak itu cewek!”
”maksud kamu, kamu itu kekunci di toilet karena dia? Ini setting-an dia gitu?”
”FREAK kan tuh cewek!! Emang sakit jiwa dia!!”
Lany pun tertawa geli mendengar perkataan Valy,
”Valy.. my brother.. kamu kayaknya kebanyakan nonton film atau mungkin sinetron.. atau apa.. kakak nggak tau.. tapi kamu itu ngawur!”
“maksudnya?”
“kamu kekunci di toilet itu bukan setting siapa-siapa.. ya kalian memang nggak sengaja kekunci.. nggak ada yang setting keadaan ini.”
”kak.. gue nggak kolot.. gue udah bisa baca setting-an dia. Pertama adalah dia penanggung jawab catering di acara tadi, dia yang berkemungkinan bikin aku sakit perut.. akhirnya aku ke kamar mandi untuk waktu lama.. dan dia nyusul aku ke kamar mandi… dia nyuruh temennya buat ngunci dari luar. Logika aja kak.. itu kamar mandi cowok, kok bisa ada dia disana?!”
Lany kembali tertawa geli sambil mengelus kepala adiknya dia menjelaskan cerita yang sebenarnya.
”Pertama.. kamu itu udah sakit perut sebelum pergi kesana.. dirumah juga kamu udah ke kamar mandi terus, dan tentang cewek itu.. gini ceritanya.. cewek itu tadi udah mau pulang.. jalannya barengan sama kakak tadi di tempat parkir.. tiba-tiba temennya minta tolong sama dia untuk manggil temennya yang masih ada di kamar mandi soalnya gedung udah mau dikunci lebih awal hari ini. Nah mungkin dia masuk ke kamar mandi itu ngira kamu itu temennya.. makannya ditungguin di dalam.. terus, security yang ngunciin dari luar juga bilang sama kakak, dia itu waktu ngunci-ngunci pintu sambil pakai headset denger lagu kenceng-kenceng. Jadi begitu itu dikunci dan kalian gedor-gedor dia nggak denger.. itu nggak bohong ya karena kakak barengan sama rombongan catering itu.. kakak liat sendiri dia itu udah mau pulang sebenarnya.”
Valy terdiam mendengar penjelasan kakaknya, namun dia masih tidak mau kalah,
”oh ya?!? Terus gimana dengan penjelasan ketika mendadak dia jadi pelayan di restaurant tempat aku menyendiri.. itu restaurant kecil dan terpencil… nggak banyak yang tau tempat itu..kenapa dia bisa tau?!? dan tentang dia yang tiba-tiba muncul kerumah ini sebagai seorang designer interior.. puluhan designer interior.. kenapa bisa dia yang muncul?!?  Juga tentang aku yang ketemu dia di danau belakang villa.. ternyata wilayah sebrang danau satunya lagi adalah tempat dia menyendiri juga.. semua terlampau aneh untuk menjadi kebetulan!”
Lany tidak langsung menjawab, kembali ditepuk-tepuk halus kepala adiknya ini dengan gemas.. Lany memang kerap memperlakukan Valy seperti umur 5 tahun walaupun sebenarnya Valy sudah berumur 25.
”itu memang aneh.. tapi itu bukan suatu keanehan yang harus kamu permasalahkan apalagi membuat kamu marah. Itu semua terlampau aneh untuk menjadi kebetulan.. dan itupun terlampau aneh kalau dibuat-buat. Wanita itu seorang designer interior, punya usaha catering, dan restaurant tempat kamu menyepi itu adalah restaurant keluarga dia.. itu kenyataannya.. Keanehan itu bukan untuk kamu hindari dan caci maki, terkadang keanehan itu tercipta untuk dicari tau. Seperti kamu dan gadis itu.. yang selalu dipertemukan.. mungkin kamu harus mencari tau kenapa Tuhan selalu mempertemukan kalian berdua, itu akan bikin kamu tenang daripada kamu sibuk menghindar atau memandang buruk wanita yang punya perasaan baik kepadamu. Ingat pesan mama dulu ke kita? Sesuatu yang baik harus dibalas baik, jangan dibalas dengan keburukan. Dia sudah baik dengan selalu datang ke konsermu, menjadi pendukungmu.. dan dia satu-satunya fans yang kamu bilang ke kakak.. ’kak.. cewek itu manis deh’ .. ingat khan ?”
Kali ini Valy yang diam, mukanya merah padam.. bukan karena marah.. mungkin karena malu atau sedih atau tidak enak yang bercampur aduk menjadi satu.
”kakak punya kartu nama tempat catering tadi, dan ada nama Benita didalamnya.. sepertinya itu nama dia..ada nomor telephone-nya juga..”
Valy masih tidak bergeming.
Lany tersenyum dan beranjak pergi meninggalkan adiknya yang masih termenung sendirian.. sebuah kartu nama sengaja ditinggalkan di sofa, karena dia yakin Valy pasti akan membutuhkannya.
sumber : browse.deviantart.com