Rabu, 28 Desember 2011

(Andaikan) Ratna Kemalasari Anggota DPD RI

Memangnya apa yang mau dirubah?rasanya terlalu muluk kalau saya bilang "INDONESIA" (bukan muluk, mungkin sesuai kapasitas saja.. disini saya "ceritanya" DPD.. bukan Presiden :D ). Saya perandaikan diri saya menjadi DPD untuk tempat lahir saya, ruang beraktifitas saya, dan rumah tinggal saya.. DKI JAKARTA.
Jakarta adalah kota yang sempurna karena kemewahannya, sosok-sosok perlente dan kaya raya menjadi cerminan bagi penghuni didalamnya. Tapi itu bukan masalah buat saya, karena menurut saya kita perlu "sombong" terhadap dunia dengan apa yang kita punya.. dan Jakarta menurut saya bisa menjadi alat "kesombongan" itu.
sayangnya kehebatan kota Jakarta juga berimbang dengan keburukannya. membuat orang cenderung memaki dan melupakan semua keunggulannya. sebagai rakyat biasa selama ini saya hanya mencoba menjadi orang yang taat peraturan.. walaupun agak "gondok" ketika melihat orang-orang dibawah ini
pengendara motor yang tidak memakai helm di daerah monas.sumber : detik.com
















Luar biasa yah, ini di Monas loh.. Jalan protokol.. kalau jalan dari rumah ke warung sih mungkin masih wajar yah.. -_-*. 
Coba liat juga ini,

foto mobil pejabat (Plat Tentara) masuk jalur busway. sumber : kaskus

















Pejabat sudah semestinya menjadi contoh. Kalau saya anggota DPD.. pasti saya akan jadi orang yang  jaim (Jaga Image) dan nggak akan melakukan hal konyol seperti foto diatas, lalu kisah-kisah  "klasik" lainnya yang sering terjadidan dianggap biasa

Saya akan mengerjakan 2 PR yang akan saya selesaikan yang menurut saya PR besar dan sering menjadi masalah di ibu kota ini.
1.Pembatasan mobil & motor pribadi
mobil dan motor pribadi yang semakin membludak menurut saya memberikan dampak yang cukup besar dalam membuat kemacetan, udara tidak sehat bagi jakarta. Disini saya menulis "Pembatasan" bukannya "melarang", tidak masalah punya mobil atau motor hanya saja jumlahnya yang harus dibatasi. Satu keluarga memiliki maksimal dua kendaraan bermotor, jadi.. daripada melarang atau memahalkan bensin lebih baik saya membuat peraturan yang cukup ketat untuk orang yang membeli mobil atau motor.
Jalanan di jakarta walaupun mau dibikin flyover lapis tiga juga tidak akan pernah cukup kalau satu keluarga bisa punya tiga sampai lima kendaraan  bermotor. Khususnya motor, harganya sudah semakin murah.. bawa uang satu juta juga bisa bawa pulang motor.. walhasil jumlah motor semakin membludak di Jakarta.
 2. Merapihkan Transportasi umum.
Sebenarnya ini sudah dimulai dengan dua hal dibawah ini :
1.BUSWAY (Sumber : http://www.transjakarta.co.id/gallery.php?cat=3)












2.KOPAJA EKSEKUTIF (Sumber : http://metro.vivanews.com/news/read/237656-foto--kopaja-ac-eksekutif)










dua kendaraan diatas memiliki faktor-faktor yang membuat orang nyaman untuk naik bis tanpa harga yang bikin miris seperti argo taksi. Jika hal itu dilestarikan, dikembangkan, dan diperbanyak kuantitasnya untuk semua angkutan umum.. pasti orang akan lebih memilih naik kendaraan umum daripada kendaraan pribadi.
Itu menguntungkan mereka kok sebenarnya, nggak perlu ribet parkir, bayar bensin mahal-mahal, nggak usah capek nyetir.
Selain fasilitasnya, pengendaranya juga harus di training benar-benar, jauhkan premanisme dari semua hal, pengamanan dan pengawasan di terminal juga harus diperketat. Pemilihan supir juga harus sangat selektif dan menggunakan psikotest untuk mengetahui kejiwaan dan kecerdasan supir.

Demikian perandaian saya jika seorang Ratna Kemalasari menjadi angota DPD DKI Jakarta..
perandaian seseorang yang masih melihat harapan dibalik kata-kata caci maki orang yang menghina
"jahatnya Ibu Kota".




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar